Tuesday, May 01, 2012

Manajemen "Nasi Uduk"



Setelah seminar How To Grow Your Bussiness bersama Bpk. Teguh "Hydro" Wibawanto di Hotel Bumi Wiyata, Depok lalu.. masih terasa hangat di kepala saya mengenai step-step yang dapat diambil untuk memulai dan mengembangkan bisnis..


Saya sangat setuju jika Action adalah hal yang paling utama yang harus dilakukan, sebanyak apapun ide dan pemikiran, tanpa action, semuanya adalah "0".. ibarat perkalian, maka action terdefinisi sebagai bilangan 0, 1, 10, 100 dst.. sebagai contoh 5 x 1 = 5, dan 5 x 0 = 0.. Jika memiliki ide 5 dan dikalikan dengan 1 (baca : action) maka dapat menghasilkan angka 5, terlebih jika action mencapau 10 atau 100.. 

Friday, April 27, 2012

Rahasia TOP The Billionaire



Pernah lihat atau merasakan gurih dan renyahnya camilan rumput laut Tao Kae Noi, (dalam bahasa Indonesia berarti Pengusaha Muda). Tao Kae Noi berasal dari Thailand yang dibuat oleh Top Ittipat, seorang pemuda berusia 26 tahun, ia menggunakan jaringan 7 Eleven sebagai saluran distribusi camilannya. Kini, Tao Kae Noi bisa ditemukan di 6.000 cabang Sevel, dan juga telah mengekspor produknya ke 27 Negara. Dengan 2.500 karyawan dan perkebunan rumput laut di Korea Selatan, Top Ittipat memiliki penghasilan sebesar 450 M per tahun. Bagaimana dengan di Indonesia, saya menemui produk camilan ini di beberapa minimarket dan hipermart.

Berawal dari searching di kios-kios DVD, namun akhirnya saya mendapati film Top Secret The Billionaire dari seorang kawan di Klub Mentor Bisnis.. Yup, berbagi, salah satu manfaat yang bisa kita dapatkan jika memiliki klub mentor bisnis.. :)

Berpartner dalam Bisnis, buatlah perjanjian




Saat kumpul Klub Mentor Bisnis (KMB) kemarin, salah seorang teman cerita jika ia baru saja ditinggal oleh partner bisnisnya.. Permasalahannya bukan sekedar ditinggal akan tetapi rekan bisnisnya membawa ‘peninggalan’ yang menjadi masalah untuk usaha, diantaranya adalah pendapatan usaha yang selama ini tidak sesuai, hutang investasi alat kerja yang harus diangsur setiap bulannya, dan berbagai masalah lainnya, dan ia harus memulai usahanya dari ‘0’.

Menyederhanakan bukan berarti menyepelekan !





Banyak orang yang tidak suka dengan menyederhanakan, bahkan orang terdekat saya.. tapi saya percaya, bahwa menyederhanakan akan membuat sesuatu menjadi lebih mudah untuk dilakukan. Membuat sesuatu yang rumit menjadi mudah, dan membuat sesuatu yang sulit dikerjakan menjadi cepat dikerjakan. Namun, terkadang seringkali kita terjebak pada saat menyederhanakan, apa itu? Yup, menyepelekan..