Thursday, May 28, 2009

Cara 1 untuk sukses.. Rubahlah budaya anda..!

Sesungguhnya Allah tidak akan merubah. nasib suatu kaum, sampai kaum itu merubah nasibnya sendiri ( Qs Ar-ra’d:11 ).

Beberapa tahun yang lalu, seorang Korea berkunjung ke Indonesia. Dalam kunjungannya, ia mengunjungi sebuah rumah dimana didalamnya terdapat tulisan surat Ar-Ra'du ayat 11 diatas, ketika ditanya apakah arti tersebut maka si tuan rumah pun menjelaskan mengenai artinya, yaitu "Sesungguhnya Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, sampai kaum itu merubah nasibya sendiri".. Rupanya ayat ini melekat betul di kepala orang Korea tersebut, sehingga sekembalinya ia ke Korea, ia pun benar-benar menerapkan ayat tersebut dan merubahnya menjadi "Sesungguhnya Tuhan tidak akan merubah nasib bangsa Korea, sampai bangsa Korea merubah nasibnya sendiri.." Dan kini, hasil dibawah kepemimpinannya, Bangsa Korea telah menjadi salah satu macan di Asia yang mampu menyaingi Jepang. Ia adalah salah satu Presiden Korea..



Allah telah mengisyaratkan kepada kita bahwa untuk mengubah nasib maka terlebih dahulu kita harus merubah "nasib" kita.. Dalam beberapa kesempatan saya sering berdiskusi dan mendengar bahwa yang dimaksud dengan merubah nasib disini dapat berbagai cara. Dari beribadah, bekerja, berusaha, bersikap dan lain sebagainya. Artinya, kita-pun harus menyadari apa yang biasa kita lakukan selama ini, apakah yang kita lakukan berdampak pada kesuksesan kita, jika tidak maka bisa jadi kita telah salah dalam melakukan kebiasaan.

Dalam satu kesempatan, Mario Teguh pernah mengatakan bahwa, jika anda melangkah kemudian anda tidak sukses.. maka rubahlah langkah anda.. jika anda melakukan langkah yang sama maka hasilnya akan sama seperti yang telah anda lakukan. Hal ini berarti bahwa, untuk mencapai kesuksesan atau apapun yang ingin kita raih, maka kita harus merubah langkah/nasib/kebiasaan kita.. Karena kebiasaan yang biasa kita lakukan sudah jelas hasilnya.. ya posisi kita sekarang ini.

Ternyata merubah itu semua bukan sesuatu yang mudah. Dalam meeting kemarin saya sempat ditegur, bekerja dengan sistem adalah masalah budaya.. maksudnya disini adalah, jika anda menggunakan sistem secanggih apapun dalam bekerja tapi tidak pernah menggunakan sistem itu dengan baik, maka sama saja bohong, dan untuk dapat bekerja sesuai dengan sistem, maka rubahlah budaya kerja anda..

Merubah budaya kerja berarti merubah budaya hidup sehari-hari, budaya menunda pekerjaan atau menyelesaikan pekerjaan tidak tepat waktu adalah budaya yang tercipta karena dalam kehidupan sehari-hari kita terbiasa untuk tidak menghargai waktu dan menunda pekerjaan. Budaya kerja yang tidak disiplin dalam administratif tercipta oleh budaya sehari-hari yang tidak rapih dan telaten. Oleh karena itu, merubah sistem kerja adalah merubah budaya kerja.

Demikian juga dengan merubah masa depan. Anda tidak mungkin mencapai menjadi sesuatu yang anda inginkan jika anda tetap pada kebiasaan dan perilaku anda. Anda ingin menjadi expert dalam hal engginer, law, economic dan apapun itu, namun anda hanya menghabiskan waktu untuk membaca novel dan menonton televisi. Tidak ada korelasi bukan.. Seberapa banyak hal yang tidak sinkron antara tujuan yang ingin dicapai dengan perilaku yang kita lakukan. Dan perilaku yang kita lakukan setiap harinya dan diulang selama bertahun-tahun telah menjadi budaya dalam diri kita, yang itu sama sekali tidak mendekatkan kita kepada kesuksesan.

Ternyata, untuk menjadi sesuatu itu adalah merubah perilaku atau kebiasaan, dan hal itu berarti kita harus merubah budaya hidup kita sehari-hari. Dan Tuhan akan merubah nasih seseorang, jika kita mau merubah "nasib" kita.. Merubah perilaku tidak hanya dalam hal fisik, namun juga berpikir, merasakan dan lain sebagainya.

Kondisi anda saat ini adalah hasil dari langkah/budaya/kebiasaan anda masa lalu, jika anda ingin merubah masa depan anda, maka rubahlah langkah/budaya dan kebiasaan anda saat ini.

regards

No comments: