Wednesday, January 26, 2011

Kisah penjual kelapa dan 2 orang pemuda

Siang ini, saya mendapati kejadian yang sederhana namun penuh makna yang dalam... ketika saya tengah meluangkan sedikit waktu untuk bercengkrama dengan nasabah sambil mencari-cari info tentang jaringan distribusi kelapa... bapak penjual es kelapa menawarkan saya duduk di kursi panjang yg sangat sederhana di pinggir jalan yang penuh dengan lalu lalang kendaraan.

ia menyodorkan 1 gelas es kelapa muda tanpa saya minta, "lho apa ini pak?" tanya saya.. "udah.. sekalian cobain".. alhamdulillah es kelapa gratis walaupun sebenarnya perut lg gak bersabat dengan minuman selain air putih.


Beberapa saat kemudian, datanglah seorang anak muda.. umurnya sekitar 19-20 tahun-an.. pakaiannya compang camping dan kotor sekali.. saya pikir dia kuli bangunan, karena di sekitar situ sedang ada proyek..

"Es kelapa mudanya berapa pak?" tanyanya..
"3.000 de" jawab si bapak
"kalau begitu saya beli 1.000 saja bisa pak.." tanya di pemuda kembali
"saya cuma mau minum air kelapanya saja pak.." lanjutnya..
"de.. kalo memang haus, bapak bikinkan saja.." timpal si bapak
"gak pak, saya beli airnya saja.." jawabnya
Tanpa menolak ataupun mengiyakan si pemuda, bapak tadi membuatkan es kelapa..

Tanpa saya diduga.. ternyata pemuda tadi bersama dengan seorang temannya..

"bikin 2 ya pak.." katanya lagi kepada si bapak penjual es kelapa

Si bapak agak kaget sambil tertawa.. diikuti kedua pemuda tadi..

Tapi sepintas saya lihat, keikhlasan bapak tadi untuk memberikan 2 gelas es air kelapa tidak berkurang..

Kedua pemuda tadi meneguk es kelapa dengan cepat.. raut wajah dan kondisi fisik yang letih tadi terlihat segar.. mereka menyerahkan uang 5.000 dan bapak tadi memberikan kembaliannya.. sambil mengambil gerobak dan menariknya, kedua pemuda tadi tersenyum lebar kepada saya dan si bapak

mungkin jarang kita temui seorang penjual seperti bapak tadi yang rela memberikan es kelapa dengan harga 1.000 dari harga yang seharusnya 3.000 tanpa perasaan rugi

dan kedua pemuda tadi, yang hanya memiliki uang 2.000 untuk sekedar mengobati dahaganya.. dari situ saya tidak terbayang, berapa uang yang mereka punya untuk makan satu hari.. karena ternyata mereka bukan kuli, tapi hanya pengumpul kayu untuk dijual kembali.. bahkan untuk pekerjaan kuli, 1 hari hanya dibayar sekitar 40.000 - 50.000.. itupun kalau ada pekerjaan setiap hari..

melihat hal ini, hati saya bergetar hebat.. disitu saya menyadari satu hal.. sesungguhnya Allah tengah memberikan nikmat dan rizqinya kepada kedua pemuda tadi secara langsung.. hanya saja mata kita tidak mampu melihatnya..

Allah sebenarnya sudah menyediakan air kelapa itu untuk kedua pemuda, ia ciptakan pohon beserta buahnya yang segar.. kemudian Ia antarkan kelapa itu kepada si bapak penjual es kelapa dan menggerakkan hati si bapak untuk memberikannya kepada kedua pemuda itu. Namun, kedua pemuda itu berusaha bekerja, menghasilkan uang dan membelinya (bukan meminta-minta)..

Allah telah memberikan kepada bapak tadi rizqi.. dari usaha es kelapa yang dijalankannya.. padahal sesungguhnya si bapak tidak pernah membuat dan memperbanyak kelapa.. tetapi Allah-lah yang menumbuhkan pohon kelapa dan membuatnya menghasilkan kelapa muda yang segar.. kita memetiknya dengan gratis kemudian menjualnya.. bukankah kita sangat dzolim.. jika saja kelapa yang kita dapatkan secara gratis namun kikir ketika melihat orang lain yang membutuhkan..

Kita lupa untuk selalu bersyukur.. bahwa sesungguhnya hasil alam, air, udara dan apapun yang kita rasakan dan nikmati segara gratis ini adalah fasilitas yang diberikan oleh Allah, jika saja Allah meminta bayaran atau HPP untuk setiap fasilitas yang diberikan kepada kita.. berapa kita mampu membayarnya?

disinilah kebesaran Allah, yang Maha Kaya, Maha berkendak, Maha memberikan Rizqi, dan Maha Mengkayakan..
"dan nikmat Tuhan manakah yang engkau dustakan...?"

Wallahu 'alam
Best regards

0 komentar: