Thursday, September 22, 2011

Investasi dan Bagi Hasil Allah

Seperti yang telah saya cantumkan dalam tulisan saya berjudul investasi terbaik sepanjang masa, bahwa investasi dan bagi hasil yang diberikan Allah kepada kita tidak terhitung, berbeda dengan bagaimana kita menabung di bank dan berinvestasi dan menerima bagi hasil.

Jamil Azzaini dalam bukunya yang berjudul Menyemai Impian Meraih Sukses Mulia mengeluarkan sebuah istilah epos, atau energi positif. Epos yang kita kumpulkan suatu saat kita cairkan kembali, tentunya sesuai dengan apa yang kita butuhkan.


"Barang siapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi). (QS. Al-An'am : 160)

“Perumpamaan orang yang menginfaqkan hartanya di jalan ALLAH seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji…”
(QS. 2 Al-Baqarah : 261)

Investasi Allah tidak harus dalam bentuk harta atau materi. Bayangkan jika kita ingin menabung di bank tanpa membawa uang, tidak bisa bukan. Namun, ketika kita menabung dan berinvestasi di bank Allah, maka kita tidak perlu membawa harta benda. Sekecil apapun amal kebaikan yang kita lakukan akan tercatat sebagai tabungan kebaikan di buku tabungan kebaikan.

Lalu bagaimana dengan pencairan / penarikan tabungan tersebut, Allah maha tahu, setiap pencairan akan kita dapatkan tanpa diduga-duga pada saat-saat kita butuhkan, dan jumlahnya pun tidak setara dengan jumlah tabungan kebaikan yang kita tabung, namun berlipat-lipat.

0 komentar: